Tentang Jurnal Sosialis

Jurnal Sosialis hadir untuk memberikan alternatif wacana bagi kekurangan atmosfer dan wacana kritis di Indonesia. Kurangnya artikel-artikel dan jurnal-jurnal berbobot yang kritis dan relevan di Indonesia, serta kurangnya satu lembaga khusus yang menerjemahkan artikel-artikel berbahasa asing membuat laju diskusi yang kritis di Indonesia menjadi terhambat dan stagnan. Ini pada akhirnya membuat jurang wacana yang semakin lebar antara komunitas akademis Indonesia dan luar negeri.

Di sisi lain, permasalahan ketrampilan bahasa yang akhirnya membatasi segmen pembaca pada kalangan tertentu saja, yang sudah terbiasa dan ‘berani’ membaca teks berbahasa asing, membuat sirkulasi wacana di dalam negeri semakin timpang, seakan berbanding lurus dengan ketimpangan ekonomi. Berdasarkan keprihatinan tersebut, kami memulai langkah awal, yaitu menerjemahkan artikel-artikel kritis dari bahasa asing agar bisa dijangkau khalayak banyak.

Kami menyajikan tulisan-tulisan bertema filsafat, pemikiran politik, dan sosialisme. Dengan pemikiran radikal filsafat, setiap insan dapat memahami kehidupan mereka, menyingkirkan tabir ilusi yang menutupi realitas. Sehingga setiap insan mampu melihat realitas dengan kacamata kritis, baik itu realitas ekonomi, sosiologi, politik. Pembukaan wacana kritis ini akan memberikan kita suatu pisau analisis yang tajam, sehingga tidak mudah tertipu dan terkesima oleh wacana-wacana yang digelontorkan untuk mencabut semangat kritisisme kita.

Pemikiran politik berfungsi untuk membangkitkan kesadaran politis setiap subjek yang berfikir, sehingga mereka tidak terjebak oleh propaganda-propaganda dan hoax yang ditanamkan oleh agen politis dengan agenda politiknya yang kerapkali menindas. Sosialisme adalah suatu wacana tandingan bagi Kapitalisme, yang dari hari ke hari semakin menindas subjek, menggembalanya dengan hegemoni ideologi yang tak sehat dan melumpuhkan kreatifitas subjek. Kami ada untuk memanusiakan manusia.

Demikian alasan dipilihnya ketiga bidang tersebut. Filsafat adalah suatu senjata untuk mengoyak lapisan-lapisan kepalsuan realitas, dengan memadukannya beserta kajian pemikiran politik, pisau ini akan semakin terarah dan berguna. Karena filsafat meneliti suatu permasalahan sampai ke akar-akarnya. Sebagai seorang warga yang sadar politik, filsafat dapat menjadi kacamata kita untuk membaca kenyataan politik yang begitu rumit dan berlapis: karena politik bukan hanya ada di institusi resmi aparat negara, politik adalah suatu keseluruhan ‘norma’ yang ditanamkan dari atas ke bawah. Perpaduan antara filsafat dan pemikiran politik akan membuat kita menjadi warga yang kritis.

Sosialisme merupakan konsep yang berpijak pada dalil-dalil filosofis dan politis. Suatu ideal masyarakat yang merupakan antitesa dari Kapitalisme. Wacana mengenai sosialisme perlu diangkat, untuk memberi suatu kerangka kritis lebih lanjut atas kapitalisme, yang selama ini dianggap sebagai suatu sistem yang paling alami. Dengan memiliki satu konsep masyarakat ideal seperti Sosialisme, kita akan menjadi lebih tahu, sejauh mana Kapitalisme telah merenggut kemanusiaan kita.

Perpaduan dari tiga wacana ini, kami fikir, akan melahirkan suatu generasi yang progresif, kritis, dan memihak kepada kebenaran, yaitu kebenaran bagi mereka yang selama ini tertindas oleh kejamnya Kapitalisme. Dan itulah kenapa kami menjadikan Marxisme sebagai ‘logika dunia’. Karena Marxisme merupakan pisau analisis yang paling tajam dan canggih dalam menanggapi kenyataan Kapitalisme.

Itulah sekilas gambaran mengenai apa yang ingin kami lakukan. Kami berupaya menghilangkan kemiskinan wacana, menyetarakan kritisisme bagi semua kalangan tanpa memandang strata, ras, agama, dan perbedaan lainnya. Kami memulai langkah ini, supaya ke depannya impian mengenai kesetaraan wacana menjadi semakin dekat, karena elitisme wacana adalah bentuk penindasan yang harus dilawan!

Terbaru

Kategori

Berlangganan Tulisan

Masukkan alamat surel untuk berlangganan dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan terbaru kami secara gratis.