Pajak dan Kelas-Kelas Yang Terlupakan: Dari Magna Carta hingga Revolusi Inggris

Pajak dan Kelas-Kelas Yang Terlupakan: Dari Magna Carta hingga Revolusi Inggris

John Passant

Australasian Accounting, Business and Finance Journal, vol. 10 (3), 2016

Tulisan ini melihat tiga peristiwa kunci awal dalam sejarah pajak di Inggris, Magna Carta di tahun 1215, Pemberontakan Petani di tahun 1381, dan Revolusi Inggris dari 1640 sampai 1649. Tulisan ini menggunakan peristiwa-peristiwa ini untuk menjelajahi hubungan antara pajak, perang, demokrasi, dan pemberontakan. Pajak merupakan ekspresi sekaligus penyebab perpecahan kelas yang, seperti ditunjukkan oleh peristiwa-peristiwa ini, dapat menyulut pemberontakan melawan negara yang memaksakan pajak. Pemberontakan-pemberontakan ini dapat terjadi antar-anggota elite yang berkuasa, atau antara rakyat di luar elite yang berkuasa dan kelompok penguasa-penguasa tersebut, baik dalam arti politik, ekonomi, atau perpaduan antara politik dan ekonomi. Tujuannya adalah memperkenalkan kembali (konsep) kelas dalam sejarah pajak dan menunjukkan peran yang dimainkan rakyat biasa (misalnya, kaum tani, perajin, dan buruh) dalam sejarah perpajakan dari waktu ke waktu.

Dengan demikian, rakyat London memainkan peran dalam pemberontakan para bangsawan (Baron) yang berhasil melawan pemaksaan pajak yang tak wajar oleh raja, dan pendirian suatu dewan penasihat umum (common counsel) dari kaum elite untuk menyetujui pengambilan pajak di kemudian hari. Capaian ini menjadi landasan bagi tuntutan-tuntutan demokratis di masa mendatang, misalnya, tidak ada perpajakan tanpa melibatkan badan perwakilan. Kaum tani mendorong pemberontakan pada 1381 terhadap pajak pemilihan umum (poll taxes), namun tak mampu membuat tuntutan-tuntutan yang melampaui posisi kelas khusus mereka, walaupun mereka menyiratkan suatu masyarakat alternatif yang tak terbagi-bagi menurut kelas. Pada 1629, kebijakan Upeti Kapal (Ship Money) memungkinkan Raja berkuasa tanpa persetujuan parlementer; ini pada gilirannya menyulut perlawanan dan kemudian revolusi dari tahun 1640, dalam konteks suatu masyarakat yang berubah dari relasi-relasi feodal menuju relasi-relasi kapitalis. Dalam tiga kasus ini, tindakan-tindakan massa rakyat biasa merupakan kunci guna memahami peristiwa-peristiwa dan berkelindannya perang, pajak, demokrasi, dan perlawanan yang akan menjadi terang dalam penelitian ini.

 

Unduh Artikel:

Pajak dan Kelas-Kelas Yang Terlupakan: dari Magna Carta hingga Revolusi Inggris (Terjemahan)

Tax and the Forgotten Classes: from the Magna Carta to the English Revolution (Teks Asli)

Mulai Diskusi

Terbaru

Kategori

Berlangganan Tulisan

Masukkan alamat surel untuk berlangganan dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan terbaru kami secara gratis.