Marxisme Setelah Posmodernisme

Marxisme Setelah Posmodernisme

Dani Filc dan Uri Ram

Current Sociology 2014 Vol. 62(3) 295 –  313

Konsep mengenai suatu subjek sosial-historis-politik emansipatoris, yang sentral dalam Marxisme, telah diserang oleh teori-teori posmodern. Dalam artikel ini penulis meneliti perjumpaan antara teori-teori Marxis dan posmodern dan merenungkan apa dan bagaimana cara memahami suatu subjek politis emansipatoris.

Artikel ini mempertimbangkan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam berbagai protes di seluruh dunia dalam konteks krisis ekonomi global dan menggambarkan sebuah tipologi atas berbagai tanggapan yang berbeda dari para pemikir Marxis terhadap tantangan posmodern. Kami membedakan antara “penolakan total” (Marxisme anti-posmodern) dan “penerimaan total” (post-Marxisme), dan antara “penolakan sebagian” (posmodernisme Marxis) dan “penerimaan sebagian” (posmodernisme Marxis sintetis).

Berdasarkan tipologi ini, kami mendiskusikan pendekatanpendekatan berbeda atas persoalan subjek emansipatoris. Para Marxis anti-posmodern telah membuat adaptasi yang relatif kecil terhadap perdebatan bahwa kelas merupakan konsep penjelas yang sentral. Para posmodernis Marxis mempertahankan kategori-kategori Marxis utama, tetapi mereka juga mengkonseptualisasikan perjuangan-perjuangan baru serta subjektivitas-subjektivitas politis baru.

Para posmodernis Marxis sintetis melihat subjektivitas politik sebagai suatu perpaduan dari kategori-kategori Marxis dan kategori-kategori budaya dan identitas. Para pos-Marxis mendekonstruksi konsep kelas dan mengajukan subjektivitas-subjektivitas kolektif baru. Akhirnya, artikel ini mendiskusikan keterbatasan setiap pendekatan dalam menempatkan identitas subjek emansipatoris.

 

Unduh Artikel:

Marxisme Setelah Posmodernisme (Terjemahan)

Mulai Diskusi

Terbaru

Kategori

Berlangganan Tulisan

Masukkan alamat surel untuk berlangganan dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan terbaru kami secara gratis.